Awal Tahun Baru, Dua Anak Meninggal Dunia Di Air Terjun Way Lalaan 1




Tanggamus - Dua orang anak dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai Wisata Air Terjun Way Lalaan 1, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus. 


Peristiwa tragis ini diduga terjadi akibat kurangnya pengawasan keluarga serta tidak adanya rambu peringatan di lokasi wisata.


Peristiwa tenggelamnya dua anak terjadi di aliran air Wisata Air Terjun Way Lalaan 1, Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (01/01/2026)


Korban diketahui bernama David (9), warga Pekon Belu, Kecamatan Kota Agung Barat, dan Desna (10), warga Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat. Keduanya datang ke lokasi wisata bersama rombongan keluarga menggunakan angkutan kota.


Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 14.30 WIB, kedua korban setibanya di lokasi langsung berenang di aliran sungai air terjun. Namun, aktivitas anak-anak tersebut luput dari pengawasan keluarga yang mendampingi.


Sekitar pukul 15.00 WIB, seorang pengunjung melihat kedua anak dalam kondisi tenggelam dan segera meminta pertolongan kepada Hanizar (50), seorang pedagang di kawasan wisata. Bersama Wahyuni (51), petugas pengawas setempat, keduanya berenang dan menyelam untuk menolong korban.


“Kedua korban berhasil diangkat ke darat dalam kondisi tidak sadarkan diri,” ujar saksi di lokasi kejadian.


Setelah diberikan pertolongan pertama, korban segera dibawa ke RSUD Batin Mangunang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar oleh petugas rumah sakit, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat masuknya air ke dalam paru-paru yang menyebabkan henti napas.


Pihak berwenang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pengelola wisata untuk memasang rambu peringatan dan meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap anak-anak.


Diketahui, aliran air di lokasi memiliki kedalaman sekitar dua meter dengan arus cukup deras, sehingga dinilai berbahaya bagi anak-anak. Tidak adanya rambu peringatan dan minimnya pengawasan menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.


Setelah dinyatakan meninggal dunia, kedua korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman.


Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi pengelola wisata dan para orang tua agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di lokasi wisata alam, khususnya di area perairan yang memiliki arus deras dan kedalaman ekstrem.


Suryana 

Lebih baru Lebih lama